Postingan

Menampilkan postingan dengan label Cerita

KISAH MALAIKAT IZROIL 5

Gambar
KISAH MALAIKAT IZROIL 5  Hasan bin Ali pernah mendengar sabda Nabimu yang mulia yang mengatakan padanya bahwa “pedihnya kematian setara dengan luka-luka tiga ratus tusukan pedang”. Ali Bin Abu Thalib. bahkan menyebutkan setara dengan seribu pukulan pedang. Bisa kamu bayangkan bukan main bagaimana sakitnya. Jangankan dipukul pedang, lha luka tergores silet saja bisa membuat manusia mengaduh-aduh nggak karuan, apalagi dipukul-pukul seribu kali dengan pedang. Gambaran lain menyebutkan, kalau pedihnya kematian itu lebih tajam dari gigi gergaji, lebih tajam dari mata gunting, lebih menyakitkan daripada dipanggang diatas kawah panas gunung berapi. Makanya ada pepatah yang mengatakan bahwa “maut lebih menyakitkan daripada tusukan pedang, gergaji, atau sayatan gunting”. Para nabi dan rasulpun mempunyai gambaran yang menakutkan betapa pedihnya ketika aku datang. Dikisahkan ketika Nabi Musa meninggal dunia dan ditanya Allah bagaimana rasa sakitnya kematian yang ia rasakan, ia menjawab...

KISAH MALAIKAT IZROIL 4

Gambar
KISAH MALAIKAT IZROIL 4 Sebenarnya, ada banyak cara aku menarik ruh dari tubuh atau jasad mahluk bernyawa. Hal itu sebenarnya tergantung dari segala hal yang membentuk kamu, amal-amal kamu, dan kelakukan kamu. Mau tau bagaimana aku menarik ruh dari tubuh manusia? Aku menariknya langsung dari jasad yang hidup melalui ubun-ubun kepala. Wahai anakku! Jika ada sesuatu yang tak bisa kau pastikan bila dia datang, maka persiapkan dirimu untuk menghadapinya sebelum dia mendatangimu sedang engkau dalam keadaan lengah” (Nasihat Luqman kepada anaknya) Kamu seringkan menyedot minuman dari dalam botol? Persis! Seperti itulah aku menarik ruh manusia dari tubuhnya. Saat itu kulakukan, seluruh sel-sel genetis tubuhmu mulai dari ujung kaki, sedikit demi sedikit akan mati. Maka, jemari kakilah yang akan mengalami kematian pertama kali, baru kemudian bergerak ke telapak kaki, tungkai, kemudian ke betis, lalu paha dan seterusnya. Pada keadaan ruh kutarik, ujung-ujung kaki akan mengejang, ...

KISAH MALAIKAT IZROIL 3

Gambar
 KISAH MALAIKAR IZROIL 3 Kami memang sedikit iri, sampai Dia menunjukkan kuasaNya atas semua makhluk manusia. Kalian sebenarnya lebih tahu dari kami atas segala mahluk yang pernah Ia ciptakan. Kami pun lalu sujud dihadapan nenek moyangmu, Adam. Cuma satu makhluk yang tak mau sujud. Ialah Iblis yang kemudian akan selalu mendampingi kalian dalam proses Kun Fa yakuun. Maka, iapun terkutuk. Allah berfirman : “Keluarlah engkau dari padanya, karena sesungguhnya engkau terkutuk, dan sesungguhnya laknat atasmu sampai hari kemudian. Begitulah, Iblis pun menjadi musuh abadimu dan musuhmu yang sejati. Ia menyusup di kumpulan-kumpulan debu al-Haba yang sekarang maujud menjadi semua bentuk, karena keinginan, karena hasrat, karena syahwat, karena ketamakan, kerakusan, kesombongan, dan penyakit-penyakit Sang Iblis lainnya. Aku tak kuasa mengusirnya dari sekitarmu, soalnya memang bukan tugasku. Kan tadi sudah kubilang kaumku adalah kaum spesialis. Begitulah aku. Izrail menga...

KISAH MALAIKAT IZROIL 2

Gambar
KISAH MALAIKAT IZROIL 2 Tugas yang kuemban entah sampai kapan, aku sendiri tidak pernah diberi tahu. Seperti aku misalnya. Tugasku sangat spesifik untuk mengembalikan ruh segala mahluk kembali kepada-Nya. Setelah itu, ya sudah, petugas yang lain dari jenisku akan meneruskan proses itu. Begitu saja setiap saat dari waktu ke waktu. Monoton memang. Tapi entah kenapa aku senang-senang saja menjalankan titah-Nya itu. Bagiku menjalankan perintah-Nya bukan sekedar tugas atau perintah. Tapi menggairahkan unsur-unsur pembentukanku. Entah sudah berapa banyak aku mengembalikan ruh setiap mahluk di semesta ini. Dari kaum apa saja, dari ras apa saja. Yang baik-baik ataupun yang durhaka. Yang sedang sekarat ataupun yang sehat-sehat saja. Pokoknya, yang berdiam disetiap sudut semesta, yang mengikuti proses sejak Kun Fa yakuun difirmankan. Aku sendiri, tentu saja menjadi bagian dari proses itu. Tapi karena kuasa-Nya, tugas kami memang cuma menjaga agar proses itu berjalan seperti ...

KISAH MALAIKAT IZROIL 1

Gambar
KISAH MALAIKAT IZROIL 1 “Boleh aku meminta sesuatu sebelum engkau mengambilku…”, harapku. Ia tidak kelihatan bimbang, malah sepertinya sudah tau kalau aku akan sedikit rewel. Ia cuma mengangguk. Lalu, entah ide darimana, lidahku fasih bertanya. “Ceritakan tentang kamu…”. . Ketika Ia Berkehendak melimpahkan rahmat dan kasih sayang-Nya, maka aku mengada seperti yang lainnya dari jenisku. Tercipta begitu saja dari al-Haba dan Nur Muhammad, berkas-berkas debu dan cahaya yang memanifestasikan Kun Fayakun. Aku adalah satu diantara yang tak terhitung, yang Dia ciptakan untuk menjaga kelangsungan Kun Fa Yakuun. Aku adalah bagian dari Kehendak dan Kemahakuasaan-Nya. Ada milyaran proses yang menyertai Kuasa-Nya. Sejumlah itulah kami ada. Baik yang nyata maupun yang kasat mata. Baik yang terasa maupun tidak terasa. Baik di dalam maupun di tapal batas semesta. Masing-masing dari kami mempunyai tugas-tugas yang spesifik. Aku adalah salah satunya yang bertugas setiap saat, bersiap s...

MAJELIS 3-5 KELEDAI MEMBACA

Gambar
Timur Lenk menghadiahi Nasrudin seekor keledai. Nasrudin menerimanya dengan senang hati. Tetapi Timur Lenk berkata,”Ajari keledai itu membaca. Dalam dua minggu, datanglah kembali ke mari, dan kita lihat hasilnya.” Nasrudin berlalu, dan dua minggu kemudian ia kembali ke istana. Tanpa banyak bicara, Timur Lenk menunjuk ke sebuah buku besar. Nasrudin menggiring keledainya ke buku itu, dan membuka sampulnya. Si keledai menatap buku itu, dan tak lama mulai membalik halamannya dengan lidahnya. Terus menerus, dibaliknya setiap halaman sampai ke halaman akhir. Setelah itu si keledai menatap Nasrudin. “Demikianlah,” kata Nasrudin, “Keledaiku sudah bisa membaca.” Timur Lenk mulai menginterogasi, “Bagaimana caramu mengajari dia membaca ?” Nasrudin berkisah, “Sesampainya di rumah, aku siapkan lembaran-lembaran besar mirip buku, dan aku sisipkan biji-biji gandum di dalamnya. Keledai itu harus belajar membalik-balik halam untuk bisa makan biji-biji gandum itu, sampai ia terlatih betul un...

MAJELIS 3-8 Humor Sufi : Takut Miskin di Akhirat

Gambar
Mengingat harga-harga barang kebutuhan terus meningkat, seorang pemuda selalu mengeluh karena tak mampu memenuhi kebutuhan hidupnya. Setelah berdiskusi dengan seorang kiai makrifat, pemuda itu pun mengikuti anjurannya untuk menjalankan shalat Hajat serta tetap istiqomah melaksanakan shalat wajib lima waktu. ”Pak Kiai, tiga tahun sudah saya menjalankan ibadah sesuai anjuran Bapak. Setiap hari saya shalat Hajat semata-mata agar Allah SWT melimpahkan rezeki yang cukup. Namun, sampai saat ini saya masih saja miskin,” keluh si pemuda. “Teruskanlah dan jangan berhenti, Allah selalu mendengar doamu. Suatu saat nanti pasti Allah mengabulkannya. Bersabarlah!” Jawab sang kiai. ”Bagaimana saya bisa bersabar, kalau semua harga kebutuhan serba naik! Sementara saya masih juga belum mendapat rezeki yang memadai. Bagaimana saya bisa memenuhi kebutuhan hidup?” ”Ya tentu saja tetap dari Allah, pokoknya sabar, pasti ada jalan keluarnya. Teruslah beribadah.” ”Percuma saja Pak Kiai. Setiap...

MAJELIS 3-9 Kisah Nenek Pemungut Daun

Gambar
Dahulu di sebuah kota di Madura, ada seorang nenek tua penjual bunga cempaka. Ia menjual bunganya di pasar, setelah berjalan kaki cukup jauh. Usai jualan, ia pergi ke masjid Agung di kota itu. Ia berwudhu, masuk masjid, dan melakukan salat Zhuhur. Setelah membaca wirid sekedarnya, ia keluar masjid dan membungkuk-bungkuk di halaman masjid. Ia mengumpulkan dedaunan yang berceceran di halaman masjid. Selembar demi selembar dikaisnya. Tidak satu lembar pun ia lewatkan. Tentu saja agak lama ia membersihkan halaman masjid dengan cara itu. Padahal matahari Madura di siang hari sungguh menyengat. Keringatnya membasahi seluruh tubuhnya. Banyak pengunjung masjid jatuh iba kepadanya. Pada suatu hari Takmir masjid memutuskan untuk membersihkan dedaunan itu sebelum perempuan tua itu datang. Pada hari itu, ia datang dan langsung masuk masjid. Usai salat, ketika ia ingin melakukan pekerjaan rutinnya, ia terkejut. Tidak ada satu pun daun terserak di situ. Ia kembali lagi ke masjid dan ...